MABIT SDIT Al Kautsar Kota Bogor, Perkuat Ketakwaan Dan Motivasi Siswa Melalui Inspirasi Alumni

Kota Bogor, Initerkini.com – SDIT Al Kautsar Kota Bogor menyelenggarakan kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT) bagi siswa Fase C, kelas 5–6, pada Jumat–Sabtu, 9–10 Oktober 2026. Mengusung tema “Muda Bertakwa, Hebat Berprestasi”, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan keimanan, pembiasaan ibadah, dan pembentukan karakter siswa melalui rangkaian aktivitas keagamaan serta inspirasi dari alumni.

Kepala SDIT Al Kautsar Kota Bogor, Arif Supriatna, menekankan pentingnya menyeimbangkan pencapaian prestasi dengan ketakwaan. Prestasi bukan satu-satunya hal yang perlu diperjuangkan, tetapi harus berjalan seiring dengan upaya memperkuat keimanan. Melalui MABIT, siswa diharapkan semakin terbiasa beribadah dan memiliki karakter Islami dalam kehidupan sehari-hari.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan Muhajir Afandi dari Divisi Pendidikan yayasan. Ia menilai MABIT memiliki peran penting dalam pembinaan spiritual dan karakter siswa.

Menurutnya, kegiatan ini menanamkan ketundukan dan ketaatan kepada Allah melalui ibadah, termasuk ibadah malam, sekaligus membangun karakter dan tanggung jawab siswa terhadap diri sendiri dan Allah. Nilai-nilai tersebut diharapkan tercermin dalam kebiasaan beribadah, sikap tawaduk, berbakti kepada orang tua, dan menghormati guru.

Ketua MABIT Berharap Siswa Semakin Mandiri dan Bertakwa

Ketua MABIT, Nanang Mulyana, menjelaskan bahwa persiapan kegiatan dilakukan secara maksimal agar rangkaian acara berjalan sesuai rencana. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat iman dan ketakwaan sekaligus mendorong siswa menjadi lebih mandiri dan berprestasi.

Secara umum, pelaksanaan MABIT berjalan sesuai rencana. Para peserta menunjukkan antusiasme dan mengikuti kegiatan dengan tertib. Nanang berharap pengalaman selama MABIT dapat menambah ilmu, memperkuat keimanan, serta memotivasi siswa untuk menerapkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Alumni Berbagi Pengalaman Dan Motivasi

Salah satu narasumber, Dliyanisa Syama Labibah, alumni SDIT Al Kautsar tahun 2015 yang kini menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, menyampaikan materi bertema “Muda Bertakwa: Dengan Takwa Kita Kuat”.

Syama mengajak siswa mewujudkan ketakwaan melalui kebiasaan sehari-hari, seperti menjaga salat, berkata jujur, menghormati guru, berbakti kepada orang tua, menyayangi teman, dan menjaga lisan. Ia juga mengingatkan pentingnya mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya.

Pengalamannya menempuh pendidikan jauh dari keluarga menjadi pembelajaran tentang kemandirian dan tanggung jawab, termasuk menjaga ibadah. Melalui kisah tersebut, siswa diharapkan semakin termotivasi untuk menjaga kebiasaan baik dan mendekatkan diri kepada Allah.

Inspirasi lainnya disampaikan Syahril Aulia, alumni yang mulai menekuni dunia kewirausahaan pada 2023. Ia menceritakan pengalamannya mengenal dunia usaha sejak SMP dan belajar berorganisasi ketika SMA, termasuk mengelola keuangan serta mencari dana dan sponsor untuk kegiatan kompetisi pramuka tingkat nasional.

Setelah lulus SMA, Syahril mulai lebih serius menekuni usaha dengan bimbingan seorang mentor di bidang makanan dan minuman yang memiliki usaha Kebuli Jordan. Ia kemudian mengembangkan sejumlah usaha, di antaranya Bento Cake Bogor, maklon sandal, produksi sandal, dan berbagai layanan lainnya.

“Sebetulnya dimulainya itu di tahun 2023. Itu awal banget saya mulai dunia entrepreneur, yang alhamdulillah sampai saat ini masih berjalan,” ungkapnya.

Syahril juga menekankan pentingnya menyeimbangkan ketegasan dengan kelembutan dan kasih sayang. Menurutnya, ketegasan tidak berarti kekerasan. Prinsip tersebut juga ia terapkan dalam mengelola usaha dan berinteraksi dengan karyawan.

Dalam perjalanan usahanya, ia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal dan lonjakan permintaan yang melampaui kapasitas produksi hingga keluhan pelanggan. Ia menilai kesiapan mental menjadi salah satu kunci menghadapi kondisi usaha yang tidak selalu stabil.

“Antara strategi bisnis dengan keimanan, dengan ibadah itu mesti berjalan seiringan,” tuturnya.

Kepada para siswa, Syahril berpesan agar berani mencoba, tidak membatasi kemampuan diri, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Ia mendorong siswa untuk memanfaatkan kesempatan belajar dan mengembangkan berbagai kemampuan sejak dini.

“Kalau bisa ada kesempatan apa itu diambil. Jadi jangan jadi orang yang memetakan diri sebagai orang yang nggak bisa apa-apa,” pesannya.

Ia juga mengingatkan siswa agar tidak takut gagal sebelum mencoba. “Pokoknya abisin kuota gagalnya dari sekarang,” ujarnya.

Guru Dan Siswa Merasakan Manfaat MABIT

Guru kelas 6A sekaligus pendamping siswa kelas 5–6, Dwi Cahyani, menilai peserta menunjukkan antusiasme yang baik dan kegiatan berlangsung kondusif. Ia menyebut sesi bersama Syahril menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian siswa.

Dwi berharap MABIT dapat membantu siswa semakin bertakwa dan berprestasi serta menerapkan nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme serupa dirasakan Muhammad Fahri Al Fath Ramadhan, siswa kelas 6. Ia mengaku sangat senang mengikuti MABIT dan merasa lebih bersemangat. Kegiatan yang paling disukainya adalah olahraga, senam, serta salat berjemaah di lapangan terbuka.

Dari kegiatan tersebut, Fahri belajar untuk tidak mudah menyerah dan lebih percaya diri. Pesan pemateri yang paling diingatnya adalah menjadi hamba yang bertakwa, menghormati orang tua dan guru, serta menghargai orang lain yang sedang berbicara.

Setelah mengikuti MABIT, Fahri ingin membiasakan diri melaksanakan salat tahajud, salat berjemaah tepat waktu, dan bangun tidur lebih awal.

Melalui MABIT bertema “Muda Bertakwa, Hebat Berprestasi”, SDIT Al Kautsar Kota Bogor berupaya menguatkan keimanan, membentuk karakter, dan menumbuhkan kemandirian siswa. Pengalaman selama kegiatan diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk menerapkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari serta tumbuh menjadi generasi yang bertakwa, berakhlak baik, dan bersemangat meraih prestasi.

Autentifikasi : Siti Nurjanah